Sabtu, 21 Desember 2013

Surat Al Baqarah Ayat 255-257 dan Pendekatan Konseling Non Direktif

Surat Al Baqarah Ayat 255-257

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Kursi dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah dan ada pula yang mengartikan dengan kekuasaan-Nya. Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.


 

Pelaksanaan Bimbingan Konseling dengan Teknik Pendekatan Non Direktif
Teknik non direktif menggambarkan penekanan kepada penerimaan klien, pembentukan suasana positif yang netral, percaya kepada klien, dan mempergunakan penjelasan dari dunia klien sebagai teknik utama. Dan istilah client centered menekankan pada pemantulan kembali perasaan klien, menyatukan perbedaan antara diri ideal dengan dirinya yang sesungguhnya, menghindarkan sesuatu yang mengancam klien secara pribadi. Maka secara singkat teknik ini menggambarkan peran konselor sebagai pendengar yang baik dan pemberi dorongan bagi klien. Dan pada client centered menggambarkan pemusatan pada tanggung jawab klien terhadap perkembangan dirinya sendiri atau segi pemusatan klien sendiri.
Teknik ini didasari dari hipotesis salah satu tokohnya yaitu Carl Rogers bahwa “setiap orang memiliki sumber-sumber di dalam dirinya sendiri untuk mengenali diri, mengubah konsep diri, sikap dasar, tindakan, dan pengarahan diri. Sumber ini dapat digali jika tercipta suasana yang memungkinkan diperlihatkannya sikap-sikap psikologis tertentu.”

Hubungan antara Ayat dengan Teknik
            Yang menjadi inti dan indikator adanya pesan yang tersirat mengenai konseling dengan teknik pendekatan non direktif adalah surat al Baqarah ayat 256. Namun, satu ayat sebelum dan sesudahnya bisa menjadi munasabah ayat dengan ayat tersebut. Pada ayat 256 terdapat kalimat لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ. Dalam praktek konseling ini berkaitan dengan prinsip dasar teknik non direktif yang mana konseli memainkan peran aktif dalam proses konseling. Sedangkan konselor hanyalah menjadi fasilitator yang membimbingnya. Dengan kalimat di atas, manusia diberikan kebebasan untuk memilih agama, atau dalam arti lain tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam. Peran konselor dalam memfasilitasi dan membimbing terdapat dalam satu ayat sebelum dan sesudahnya. Allah berfirman dengan menjelaskan kebenaran yang sesungguhnya, sekaligus memberikan ancaman atau peringatan  atas kekafiran yang diperbuat oleh manusia (pada ayat 257). Maka, manusia akan mendapatkan balasan atas apa yang diperbuatnya. Maka dari itu pula, keberhasilan proses konseling secara dominan ditentukan oleh usaha konselinya.

1 komentar:

  1. Kalau apa kaitannya surah al baqoroh ayat 255 dengan konselor?

    BalasHapus