Minggu, 22 Desember 2013

7 Kebiasaan Efektif Menurut Stephen R. Covey

          Stephen  R  Covey  adalah  penulis  buku  Seven Habits  of  Highly  Effective  People”.  Ia  lahir  24  Oktober 1923 di Salt Lake City, Utah, AS. Setelah terbit buku suksesnya, kemudian mendirikan Covey Leadership Center di tempat kelahirannya. Ia adalah guru manajemen  pribadi  yang  paling  berpengaruh  abad Millenium  ini.  Buku  ini  mampu  menjadi  cetak  biru bagi siapapun yang berminat untuk mengembangkan dirinya. Tujuh kebiasaan  efektif  kelihatan  mudah  dimengerti,  tetapi  tidak  mudah  dilak-sanakan, namun inspirasi dan aspirasi dalam bukunya mampu menuntun orang dalam mencari kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat.
Tidak  hanya  sisi  pribadi  dan  keluarga;  manajemen  perusahaan  juga berkembang lebih humanis dan menjadi penuh integritas. Setelah menerbitkan  serangkaian  buku  lainnya  (Principle  Centered  Leadership,  First Things First, Living the Seven Habits), kemudian menerbitkan buku paling akhir yaitu The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness.
Dalam 7 Habits, ia mempromosikan inspirasinya yang disebut “etika karakter” yang berdasarkan prinsip dan tata cara memimpin serta mengabaikan prinsip “etika kepribadian” yang memberikan sinyal kepalsuan dan  ambiguitas.  Karakter  adalah  gabungan  dari  kebiasaan-kebiasaan kita. Kebiasaan sulit berubah, tetapi bisa dirubah dengan komitmen yang sungguh-sungguh.  Kebiasaan  (habits)  yang  baik  adalah  persinggungan antara pengetahuan (knowlegde), keahlian (skill) dan keinginan (desire). Kebiasaan adalah aktivitas yang dikerjakan tanpa perlu berpikir dulu dan 7 kebiasaan yang paling efektif menurut Covey:
1) Be proactive, jadilah proaktif yang menjadi kendali seseorang ter-hadap lingkungan dibanding situasi sekelilingmu yang mengenda-likanmu,
2) Begin with the end in mind, mulai dengan akhir dipikiran atau disebut kepemimpinan pribadi. Dengan ini kamu dapat konsentrasi dan mempertimbangkan segala konsekwensinya sebelum bertindak, se-hingga dapat produktif dan berhasil. 
3) Put first things first, dahulukan Yang Utama atau manajemen priba-di untuk mengimplementasikan dan mengelola kebiasaan nomor 2 yang bersifat mental, dan kebiasaan nomor 3 bersifat fisik.
4) Think win-win, berpikir menang-menang atau kepemimpinan antar pribadi. Karena sasaran bergantung kepada hubungan dan kerjasa-ma dengan lainnya, maka semua perlu bagian yang adil dan men-guntungkan,.
5)  Seek first to understand and then to be understood,  Berusaha mengerti dulu, baru minta dimengerti.  Komunikasi adalah bagian penting, dan seperti analogi “diagnosis dulu sebelum memberikan resep”.
6) Synergize, wujudkan sinergi/ kerjasama yang kreatif. Kekuatan kerjasama  lebih  besar  dari  upaya  perbagiannya,  jadi  galilah  potensi dan kebaikan konstribusi orang lain.
7)  Sharpen the saw,  asahlah  “Gergaji”  keseimbangan  pembaharuan diri,  sehingga  kebiasaan  baik  lainnya  bisa  tumbuh  dan  berkembang.

Kebiasaan  1,  2  dan  3  adalah  sesuatu  yang  berhubungan  dengan  diri pribadi  atau  ke  dalam.  Kebiasaan  ini  wujud  kemenangan  pribadi  yang diperlukan untuk berkembangnya karakter pribadi. Kebiasaan 4, 5 dan 6 adalah wujud kemenangan publik; kebiasaan ini juga berupa kerjasama dan komunikasi yang baik. Kebiasaan ke 7 (Asahlah “Gergaji”) adalah pembaharuan diri dalam bentuk: spiritual, mental, fisik dan sosial/emosional, yang semuanya memerlukan perawatan dan pertumbuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar