Senin, 23 Desember 2013

Prophetic Breaking State Therapy



Marah Mengakibatkan Mental Block
Kita sering kali mengalami mental block saat sedang marah. Emosi yang menggebu-gebu membuat diri kita tidak terkendali dalam berperilaku dan berpikir. Sehingga, sering kali kita lepas kendali dan melakukan tindakan yang tdak semestinya. Padahal, jika kita kembali pada hadits Nabi Muhammad saw, kita akan mendapatkan tips atau trik dalam mengendalikan kondisi seperti ini. Berikut haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Dzar al Ghiffari ra., Rasulullah saw bersabda:
إذا غضب أحدكم و هو قائم فليجلس فإن ذهب عنه الغضب و إلا فليضطجع
“Jika salah seorang di antara kalian marah dan ia dalam posisi berdiri maka hendaknya ia segera duduk, maka kemarahannya akan hilang. Namun,
jika kemarahan itu tidak reda, maka hendaknya ia berbaring.” (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth)

Bila ditinjau dari perspektif psikologi modern, pesan tersebut seua dengan salah satu asumsi dasar pada teori Neuro Linguistic Proramming (NLP) yaitu pikiran dan perbuatan saling mempengaruhi. Maka dari itu, benar kiranya rasul menganjurkan untuk mengubah posisi. Jika marah sedang dalam keadan berdiri, maka beregeralah duduk. Jika belum hilang, atau marah dalam keadaan duduk, maka berbaringlah.

Dengan merubah posisi tubuh seperti itu, kita sebenarnya sedang berusaha dibawa ke dalam keadaan yang lebih rileks. Sehingga posisi tubuh yang lebih tenang itu bisa menularkan relaksasinya ke dalam hati dan pikiran. Dengan rileksasi tersebut, amarah dengan sendirinya bisa hilang sedikit demi sedikit.

Lebih jauhnya lagi bisa saja kita langsung sektika ingat kepada Allah dengan mengucap “astaghfirullahal ‘azhim” misalnya, atau kalimat apa pun yang menyadarkan ingatan kita kepada Allah. Bisa juga kita bersegera mengambil air wudhu’ kemudian shalat. Dengan cara seperti ini, kita bisa sealigus mengadukan masalah yang sebenarnya terjadi kepada Allah. Karena pada hakikatnya ingat kepada Tuhan akan menenangkan hati. Sebagaimana firman-Nya.
ألا بذكرالله تطمئن القلوب

Maka dari itu, tetap kendalikan diri kita sekalipun dalam situasi marah. Karena sesungguhnya marah adalah bagian dari hawa nafsu, dan hawa nafsu berpotensi menjerumuskan kita pada sesuatu yang tidak baik. Na’udzubillah min dzalik.

Wallahu a’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar