Minggu, 08 Desember 2013

Mempermudah Konseling Dengan NLP

Konseling
Terbukti bahwa suatu kekeliruan dalam menerjemahkan suatu pesan yang dikirimkan pemerintah Jepang menjelang akhir perang dunia II boleh jadi telah memicu pengeboman Nagasaki dan Hiroshima. Kata “mokusatsu” yang digunakan Jepang dalam merespon ultiatum AS untuk menyerah diterjemahkan oleh Domei sebagai “mengabaikan”. Suatu versi lain, Jenderal Mac Arthur memerintahkan staffnya untuk mencari makna lain, memberi arti “no comment”, akhirnya Mac Arthur
lapor ke Presiden Truman yang memutuskan untuk menjatukan bom atom. Padahal Makna kata mokusatsu adalah “kami akan mentaati ultimatum tuan tanpa komentar.”
Dari cerita di atas, begitu dahsyatnya akibat dari suatu komunikasi yang tidak lancar. Begitu juga dengan bidang konseling, komunikasi pada dasarnya merupakan salah satu persyaratan dalam penyelenggaraan layanan konseling yang berkualitas. Kualitas pelayanan dipengaruhi oleh dua faktor yaitu pelayanan di bidang teknis dan pelayanan di bidang komunikasi.
Komunikasi dalam kehidupan menjadi jembatan untuk mengantar kita pada berbagai kebutuhan. Bahkan dalam kedudukan atau profesi tertentu keteramilan komunikasi sangatlah diperlukan. Namun sayangnya karena dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja, komunikasi lantas diabaikan dan tidak perlu dipelajari. Padahal komunikasi merupakan hal yang penting untuk mencapai keberhasilan dalam kehidupan.
Dalam bidang konseling, komunikasi menjadi satu hal yang urgen untuk diperhatikan. Komunikasi akan berakibat besar dalam proses konseling. Di dalamnya tentu akan terjadi pertemuan antara konselor dengan konseli baik secara individu maupun kelompok. Sejak awal pertemuan, seorang konselor harus membangun kedekatan dengan konseli. Kemudian konselor harus melanjutkan komunikasi yang baik untuk memperoleh data dari konseli. Tidak jarang pada tahap ini konseli tutup mulut kepada konselor. Bila ini terjadi, bagaimana bisa konselor mendapatkan keterangan dari konseli mengenai permasalahannya. Selanjutnya, jika konselor diaggap perlu untuk memberi nasihat, bagaimana nasihatnya itu membawa pada perubahan atau berefek terapeutik.
Melihat ilustrasi singkat tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada umumnya konselor menghadapi tantangan untuk memiliki keterampilan komunikasi. Tanpa keterampilan ini bisa jadi konselor mengalami kesulitan dalam menjalankan profesinya. Maka dari itu konselor dianjurkan untuk mempelajari keterampilan komunikasi. Dengan keterampilan tersebut diharapkan konselor mengalami kemudahan dalam tugasnya. Dan di antara teknik yang berkembang saat ini adalah Neuro Linguistic Programming (NLP).
 Secara bahasa, neuro mengacu pada pikiran dan bagaimana individu mengorganisasikan kehidupan mentalnya. Linguistik adalah bahasa, baik verbal maupun nonverbal, dan bagaimana individu menggunakannya dalam kehidupan. Dan programming adalah upaya individu untuk belajar bereaksi pada suatu situasi tertentu dan membangun pola-pola otomatis atau program-program yang terjadi pada sistem neurologi maupun pada sistem manusia. Dalam ungkapan lain, NLP diartikan sebagai sebuah model yang memprogram interaksi antara pikiran dan bahasa sehingga dapat menghasilkan pikiran atau perilaku yang diharapkan. Atau lebih jelas dan singkatnya NLP adalah bagaimana memprogram otak atau pikiran individu hanya dengan menggunakan bahasa.
Secara singkat proses NLP adalah mempelajari pola-pola atau pemrograman yang diciptakan dari hubungan otak, bahasa, dan kondisi tubuh. Selanjutnya hubungan tersebut akan mempengaruhi perilaku individu secara efektif dan juga sangat mempengaruhi pembentukan mental individu.
Dalam NLP dapat dipelajari beberapa teknik keterampilan komunikasi yang baik. Di antaranya strategi berdaya, sistem representasi, meta model, kalibrasi, eyes acessing cues, rapport building, anchoring, dan reframing. Teknik-teknik tersebut akan dijelaskan secara singkat sebagai berikut.
  1. Strategi berdaya adalah serangkaian cara yang digunakan untuk menghadapi situasi-situasi sulit di mana kita mentok dalam emosi tak berdaya seperti; frustasi, marah, malu, cemas, gelisah, tidak nyaman, dan menyesal. Strategi tersebut yaitu asosiasi dan disasosiasi. Asosiasi yaitu dengan berada di dalam diri sendiri, melihat, mendengar, merasakan aoa yang sesungguhnya dilihat, didengar, dan dirasakan dalam situasi yang seolah-olah sedang berlangsung. Sedangkan disasosiasi dalah kebalikan darinya yaitu dengan membuat indera-indera dan seolah sedang berada di luar diri sendiri, sehingga dapat melihat situasi yang sedang dialami oleh diri namun tidak terbawa pada situasi yang sedang terjadi.
  2. Sistem representasi yaitu mengetahui sistem representasi individu yang dominan beserta karekteristiknya untuk dapat lebih dieksplorasi agar mendapatkan hasil yang efektif. Sistem reprsentasi manusia antara lain; visual (penglihatan), auditori (pendengaran), kinestetik (gerak), olfaktori (penciuman), dan gustatori (pengecapan). Biasanya yang dominan adalah visual, auditori, kinestetik.
  3. Meta model adalah seperangkat teknik yang bertujuan untuk memperoleh informasi dengan menciptakan hubungan antara orang-orang dengan pengalaman-pengalaman masa lalu mereka.
  4. Kalibrasi yaitu penentuan ukuran, maksudnya mengenali keadaan-keadaan tertentu dari emosi orang lain melalui bahasa inderawi atau nonverbal.
  5. Eyes accessing cues artinya mendapat petunjuk berdasarkan gerakan mata sebagai informasi yang berharga. Karena gerakan mata merupakan salah satu poros penting dalam memanifestasikan apa yang sedang ada dalam dirinya.
  6. Rapport buliding yaitu serangkaian teknik yang digunakan untuk membangun hubungan baik antara komunikator dengan komunikan. 
  7. Anchoring yaitu cara yang bisa digunakan untuk menyelami dan kembali ke kondisi emosi tertenu dalam upaya merasa lebih baik.
  8. Reframing atau membingkai ulang yaitu satu tenik untuk menghasilkan satu jenis komunikasi khusus dengan diri sendiri. 
Dengan mengikuti teknik di atas, singkatnya NLP membahas sejumlah teknik komunikasi yang efektif. Teknik tersebut kemudian dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan seperti dalam pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Maka dari itu kesukaran yang kerap terjadi pada saat komunikasi bisa dipermudah dengan mengikuti sejumlah teknik yang ada dalam Neuro Linguistic Programming ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar