| The Key of Success |
Sukses !!!
Satu kata yang
menjadi target hidup semua orang, dan termasuk kita pastinya. Kita memasang berbagai
target sebagai misi sukses. Mulai dari hal karir, asmara, keluarga, pendidikan,
dan masih banyak lagi bidang yang bisa menjadi segmentasi kesuksesan. Tentunya
kita semua memiliki target yang berbeda dan tidak mesti sama. Sehingga, bisa
jadi kita mengartikan dan mendeskripsikan sukses dengan cara yang berbeda pula.
Sebuah
pertanyaan yang sangat mendasar, yang memungkinkan orang terus berkutat tanpa
akhir untuk menjawab pertanyaannya itu. Asa yang mulanya sudah sangat membara perlahan
menjadi padam karena dilema yang yang tak hentinya menyirami benak pikiran.
Alih-alih, bukan garis finish yang kita capai, justru kita tetap statis
di garis start.
Lantas,
bagaimana kita memulai untuk meraih kesuksesan?
Lagi-lagi
pertanyaan itu yang muncul. Memang rupanya manusia pada dasarnya mendambakan
kehidupan yang diidam-idamkannya, dan ingin sesegera mungkin meraihnya. Namun
sayangnya hal tersebut hanya ada pada dimensi mimpi dan imajinasi belaka. Pada
realitanya manusia harus melakukan proses terlebih dahulu.
Untuk menjawab
pertanyaan di atas, ada sebuah formulasi yang menarik yang disajikan oleh Jamil
Azzaini, seorang trainer/motivator Indonesia, ia memberikan pola unik
yang bisa ditempuh untuk menjadi sukses. Pada umumnya pola tersebut bernama
“ON”. Nama tersebut sesuai dengan salah satu judul bukunya “ON”. Selanjutnya ON
tersebut dirincikan menjadi tahapan-tahapan tertentu yaitu; MoveOn, VisiOn,
ActiOn, PassiOn, dan CollaboratiOn.
MoveOn
Move on artinya bergerak,
berpindah dari situasi ke situasi lainnya. Perpindahan ke atas ke tempat yang
lebih tinggi, bermartabat, berkelas, dan lebih baik. Namun, tidak sekedar move
on. Karena betapa banyak orang yang ingin hidupnya jauh lebih baik, namun
berakhir pada penderitaan. Hal ini terjadi tidak lain karena caranya yang
salah. Maka, setelah move on, lanjut ke tahap yang selanjutnya, yaitu VisiOn.
VisiOn
Dengan memiliki visi yang jelas,
maka jelaslah ke mana arah tujuan yang akan kita tuju dan jalan mana yang akan
kita tempuh. Ini ibarat kompas yang mengarahkan hidup kita.
ActiOn
Setelahnya kedua tahap sebelumnya
terpenuhi, maka tunggu apa lagi? Inilah waktunya kita beraksi. Action
menjadikan visi kita berarti. Selain itu, kita tidak beraksi seenaknya, maka
kita cukup mengikuti arah visi kita agar semuanya berjalan searah. Ibarat
seseorang ingin menjadi pemain bola professional, maka berlatihlah sepak bola,
bukan renang atau silat.
PassiOn
Apabila action kita tidak sesuai
dengan passion, maka kita akan menjadi orang rata-rata. Orang hebat yang
bida meninggalkan jejak di dunia karena action mereka sesuai dengan passion-nya.
CollaboratiOn
Tahap ini lah yang membawa
kesuksesan seseorang menjadi lebih bermartabat. Sukses yang dimaksud oleh orang
seperti ini adalah yang menyadari pentingnya kolaborasi. Suksesnya sudah tidak
lagi berpikir “Aku” melainkan sudah menjadi “Kita”. Bagaimana hidupnya itu
tidak hanya fokus terhadap pribadinya, melainkan prinsip hidupnya haruslah
memberikan manfaat bagi orang lain.
Sukses Bersama
Tuhan
Itulah
serangkaian formulasi atau pola yang bisa dicoba untuk ditempuh untuk mencapai
kesuksesan. Namun kiranya sangat terasa gersang sekali jika dalam menjalani
hidup ini kita sebagai seorang muslim tidak berpedoman pada tuntunan agama.
Sebagai agama yang syumul, Islam tidak luput perhatian terhadap
kehidupan umat manusia. Sehingga ajarannya bisa juga menjadi landasan utama di
atas pedoman lainnya.
Selama
perjalanan hidup, seyogyanya Allah senantiasa kita jaga dari ingatan kita. Agar
seluruh tingkah laku baik lahir maupun batin ini terarah pada apa yang
dikehendaki-Nya. Meskipun, pada dasarnya Allah tidak pernah luput perhatiannya
terhadap kita, namun masalahnya ada pada kita yang kerap melupakan-Nya. Na’udzubillah
wa nastaghfiruk.
Keyakinan, percaya
diri, dan optimisme (belief system) sebagai salah satu energi positif
pendukung kesuksesan kita mestilah pada dasarnya beresensikan Allah. Yakin
bahwa hanya Allah-lah yang akan membantu segalanya, maka kita hanya berhak
meminta pertolongan kepada Allah, bukan kepada yang lainnya. Rasa cemas dan
khawatir yang kerap muncul seiring dengan bahtera kehidupan tidaklah menggoyahkan
keyakinan kita bahwa tidak ada sesuatu pun yang akan mendatangkan manfaat dan
bahaya kecuali atas seizin Allah. Maka obat dari rasa “ketidakjelasan” itu
tidak lain adalah pasrah kepada-Nya.
Warna
kehidupan lainnya adalah kegagalan. Ia pasti pernah menghiasi cerita hidup.
Dalam menyikapi kegagalan tersebut ada orang yang justru semakin terpuruk dan
tidak pernah bangkit lagi, bahkan sampai menutup lembar kisah kehidupannya.
Yang menakjubkan bukan pada bagian itu, melainkan kita bisa ambil pelajaran
dari potret orang-orang yang bisa menyihir buah pahit itu menjadi buah manis.
Dari situ kita bisa ambil pelajaran bagaimana orang tersebut bangkit dari kegagalannya.
Lalu, meneruskan perjuangan hidupnya, dan hingga akhirnya sampai pada garis
finish mencapai pada kesuksesannya. Dengan kesabarannya, mereka justru menjadi
pribadi yang lebih tangguh, seakan-akan mendapatkan energi positif tambahan
untuk meneruskan perjalanannya.
Maka, pada
intinya untuk menjadi sukses tidaklah rumit. Jawabannya ada pada diri kita
sendiri. Semua berawal dari sikap kita dalam menjalani kehidupan. Kalau begitu,
tunggu apa lagi?!
Sukses bersama Tuhan :-)
BalasHapus