Sabtu, 21 Desember 2013

Sukses Berawal Dari Diri Sendiri



The Key of Success
Sukses !!!
Satu kata yang menjadi target hidup semua orang, dan termasuk kita pastinya. Kita memasang berbagai target sebagai misi sukses. Mulai dari hal karir, asmara, keluarga, pendidikan, dan masih banyak lagi bidang yang bisa menjadi segmentasi kesuksesan. Tentunya kita semua memiliki target yang berbeda dan tidak mesti sama. Sehingga, bisa jadi kita mengartikan dan mendeskripsikan sukses dengan cara yang berbeda pula.
Lalu, bagaimana kita memulai untuk meraih kesuksesan?
Sebuah pertanyaan yang sangat mendasar, yang memungkinkan orang terus berkutat tanpa akhir untuk menjawab pertanyaannya itu. Asa yang mulanya sudah sangat membara perlahan menjadi padam karena dilema yang yang tak hentinya menyirami benak pikiran. Alih-alih, bukan garis finish yang kita capai, justru kita tetap statis di garis start.
Lantas, bagaimana kita memulai untuk meraih kesuksesan?
Lagi-lagi pertanyaan itu yang muncul. Memang rupanya manusia pada dasarnya mendambakan kehidupan yang diidam-idamkannya, dan ingin sesegera mungkin meraihnya. Namun sayangnya hal tersebut hanya ada pada dimensi mimpi dan imajinasi belaka. Pada realitanya manusia harus melakukan proses terlebih dahulu.
Untuk menjawab pertanyaan di atas, ada sebuah formulasi yang menarik yang disajikan oleh Jamil Azzaini, seorang trainer/motivator Indonesia, ia memberikan pola unik yang bisa ditempuh untuk menjadi sukses. Pada umumnya pola tersebut bernama “ON”. Nama tersebut sesuai dengan salah satu judul bukunya “ON”. Selanjutnya ON tersebut dirincikan menjadi tahapan-tahapan tertentu yaitu; MoveOn, VisiOn, ActiOn, PassiOn, dan CollaboratiOn.

MoveOn
            Move on artinya bergerak, berpindah dari situasi ke situasi lainnya. Perpindahan ke atas ke tempat yang lebih tinggi, bermartabat, berkelas, dan lebih baik. Namun, tidak sekedar move on. Karena betapa banyak orang yang ingin hidupnya jauh lebih baik, namun berakhir pada penderitaan. Hal ini terjadi tidak lain karena caranya yang salah. Maka, setelah move on, lanjut ke tahap yang selanjutnya, yaitu VisiOn.
VisiOn
            Dengan memiliki visi yang jelas, maka jelaslah ke mana arah tujuan yang akan kita tuju dan jalan mana yang akan kita tempuh. Ini ibarat kompas yang mengarahkan hidup kita.
ActiOn
            Setelahnya kedua tahap sebelumnya terpenuhi, maka tunggu apa lagi? Inilah waktunya kita beraksi. Action menjadikan visi kita berarti. Selain itu, kita tidak beraksi seenaknya, maka kita cukup mengikuti arah visi kita agar semuanya berjalan searah. Ibarat seseorang ingin menjadi pemain bola professional, maka berlatihlah sepak bola, bukan renang atau silat.
PassiOn
            Apabila action kita tidak sesuai dengan passion, maka kita akan menjadi orang rata-rata. Orang hebat yang bida meninggalkan jejak di dunia karena action mereka sesuai dengan passion-nya.
CollaboratiOn
            Tahap ini lah yang membawa kesuksesan seseorang menjadi lebih bermartabat. Sukses yang dimaksud oleh orang seperti ini adalah yang menyadari pentingnya kolaborasi. Suksesnya sudah tidak lagi berpikir “Aku” melainkan sudah menjadi “Kita”. Bagaimana hidupnya itu tidak hanya fokus terhadap pribadinya, melainkan prinsip hidupnya haruslah memberikan manfaat bagi orang lain.
Sukses Bersama Tuhan
Itulah serangkaian formulasi atau pola yang bisa dicoba untuk ditempuh untuk mencapai kesuksesan. Namun kiranya sangat terasa gersang sekali jika dalam menjalani hidup ini kita sebagai seorang muslim tidak berpedoman pada tuntunan agama. Sebagai agama yang syumul, Islam tidak luput perhatian terhadap kehidupan umat manusia. Sehingga ajarannya bisa juga menjadi landasan utama di atas pedoman lainnya.
Selama perjalanan hidup, seyogyanya Allah senantiasa kita jaga dari ingatan kita. Agar seluruh tingkah laku baik lahir maupun batin ini terarah pada apa yang dikehendaki-Nya. Meskipun, pada dasarnya Allah tidak pernah luput perhatiannya terhadap kita, namun masalahnya ada pada kita yang kerap melupakan-Nya. Na’udzubillah wa nastaghfiruk.
Keyakinan, percaya diri, dan optimisme (belief system) sebagai salah satu energi positif pendukung kesuksesan kita mestilah pada dasarnya beresensikan Allah. Yakin bahwa hanya Allah-lah yang akan membantu segalanya, maka kita hanya berhak meminta pertolongan kepada Allah, bukan kepada yang lainnya. Rasa cemas dan khawatir yang kerap muncul seiring dengan bahtera kehidupan tidaklah menggoyahkan keyakinan kita bahwa tidak ada sesuatu pun yang akan mendatangkan manfaat dan bahaya kecuali atas seizin Allah. Maka obat dari rasa “ketidakjelasan” itu tidak lain adalah pasrah kepada-Nya.
Warna kehidupan lainnya adalah kegagalan. Ia pasti pernah menghiasi cerita hidup. Dalam menyikapi kegagalan tersebut ada orang yang justru semakin terpuruk dan tidak pernah bangkit lagi, bahkan sampai menutup lembar kisah kehidupannya. Yang menakjubkan bukan pada bagian itu, melainkan kita bisa ambil pelajaran dari potret orang-orang yang bisa menyihir buah pahit itu menjadi buah manis. Dari situ kita bisa ambil pelajaran bagaimana orang tersebut bangkit dari kegagalannya. Lalu, meneruskan perjuangan hidupnya, dan hingga akhirnya sampai pada garis finish mencapai pada kesuksesannya. Dengan kesabarannya, mereka justru menjadi pribadi yang lebih tangguh, seakan-akan mendapatkan energi positif tambahan untuk meneruskan perjalanannya.
Maka, pada intinya untuk menjadi sukses tidaklah rumit. Jawabannya ada pada diri kita sendiri. Semua berawal dari sikap kita dalam menjalani kehidupan. Kalau begitu, tunggu apa lagi?!

1 komentar: